4 Ciri Ciri Budaya Politik, Indonesia Termasuk yang Mana?

13

Setiap orang boleh saja berpolitik karena tujuannya yang sangat mulia, yakni menggapai sesuatu yang menjadi keinginan atau impian bersama.

Akan tetapi dikarenakan dalam suatu negara pastinya melibatkan banyak kepala, maka lahirlah beberapa jenis ciri ciri budaya politik dengan karakteristiknya masing-masing.

Seperti misalnya Amerika, Inggris, dan Indonesia merupakan negara demokrasi, akan tetapi masing-masing memiliki budaya politik yang berbeda.

Jenis dan Ciri Budaya Politik

Indonesa sendiri memiliki budaya politik campuran, yakni parokial dan partisipan.

Akan tetapi secara jenisnya, kita masih bisa menemukan 2 ciri budaya politik lainnya. Agar lebih lengkap dan tak setengah-setengah, kita lihat dan cerna semuanya secara lebih lengkap.

Diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Parokial. Budaya politik di mana warga negara (misalnya Indonesia) hanya memiliki kesadaran terbatas akan keberadaan pemerintah pusat. Cirinya, kita tak mengenal nama Wakil Presiden RI namun hapal susunan kepemimpinan daerahnya sendiri.
  • Subjek.Warga negara tidak melihat diri mereka sebagai peserta dalam proses politik, akan tetapi sebagai subjek pemerintah.
  • Partisipan. Orang cukup tertarik untuk berpatisipasi dalam sistem politik dan mempengaruhi kinerjanya. Selalu saja ada tuntutan pada sistem politik dan terlibat dalam setiap pengambilan keputusan.
  • Subkultur Politik. Misalnya di Amerika, subkultur ini merupakan kelompok yang memiliki banyak kesamaan dengan partai yang lebih besar, akan tetapi membedakan diri mereka dengan cara mempromosikan pandangan-pandangan tertentu yang berlawanan.

Contoh Negara Dengan Budaya Politiknya

Untuk parokial dan partisipan tentunya sudah banyak kita temukan di negara kita. Bahkan parokial sendiri masih digeluti di beberapa daerah pedalaman yang seringkali berbagai macam akses dan fasilitas tidak tembus ke sana.

Alhasil, orang-orang yang berada di pedalaman tersebut tak mengenal pemerintah pusat dan presidennya sendiri.

Rasa malas untuk menggunakan program pemerintah hingga menjadi seorang golput namun masih berpartisipasi untuk memilih kepala desa baru pun masuk ke dalam ciri budaya politik parokial.

Sementara kultur politik subjektif bisa kita temukan di Jeman dan Italia, yang mana warga negara “agak” terinformasi dan sadar akan pemerintah mereka, dan kadang-kadang berpartisipasi dalam proses politik di negaranya sendiri.

Sementara subkultur politik adanya di Amerika seperti yang sudah disebutkan di atas.