Inilah 4 Cara Jitu Perawatan Mobil Saat Musim Hujan

mobil 53

Memasuki musim hujan dengan curah hujan yang sangat deras seperti sekarang, merawat mobil sangat diperlukan untuk mencegah kerusakan yang sering terjadi akibat terkena air hujan. Dilansir dari www.mobilku.org kerusakan mobil akibat air hujan adalah karat yang muncul pada body mobil dan tumbuhnya jamur pada beberapa bagian mobil serta bau yang tidak sedap pada kabin mobil.

  1. Sesegera mungkin bersihkan semua air hujan yang menempel di mobil

Membersihkan rintik hujan yang menempel di badan mobil setelah melewati perjalanan (hujan deras) Ini harus segera dilakukan, manfaatnya banyak, antara lain:

– Mencegah karat; Air hujan bisa masuk ke lapisan pelat bodi melalui goresan cat atau bisa meresap melalui pori-pori cat jika dibiarkan terlalu lama menempel di bodi mobil.

– Mencegah jamur: air hujan juga dapat menyebabkan jamur pada cat/karet/plastik

– Mencegah noda akibat air hujan jika tidak segera dibersihkan yang perlu diketahui bahwa air hujan bersifat tajam ketika menyentuh logam, berbeda dengan air biasa yang walaupun dapat menimbulkan karat, tidak secepat air hujan yang banyak mengandung garam dan oksigen

  1. Cuci mobil (jangan dilap body mobil saat masih basah terkena hujan)

Banyak pecinta otomotif yang langsung menyeka mobilnya setelah hujan, padahal hal ini dilarang karena air hujan yang deras dan tajam. Air hujan yang mengandung garam dan tentunya banyak kotoran (lumpur dan pasir) yang menempel pada body mobil setelah hujan deras.

Kalau langsung dilap takut cat mobil jadi buram (goresan halus), minimal jangan disiram air bersih dulu (dari kran), baru setelah kotoran dan air hujannya luntur. air untuk pecinta mobil, Anda dapat menyeka mobil untuk mengeringkannya. Lebih bagus lagi cuci mobil agar air hujan dan kotoran lainnya benar-benar bersih, intinya sebelum dikuras air hujannya dituang dulu dengan air biasa (jangan langsung dilap)

  1. Simpan di tempat yang tidak terkena air hujan

Saat musim hujan, meskipun kita jarang membawa mobil keluar, tetap saja jika kita tidak memperhatikan penyimpanannya, mobil kita bisa bermasalah. Simpan mobil di tempat tertutup (garasi) yang bebas dari tetesan air hujan, jika ada air hujan yang masuk ke garasi bisa dibersihkan terlebih dahulu agar tetesan air hujan tidak mengenai mobil. Pecinta otomotif juga bisa menggunakan sarung mobil agar tetesan air hujan tidak mengenai cat mobil.

  1. Pastikan interior mobil kering

Saat musim hujan, penumpang atau bahkan kita sering memakai sepatu/sandal basah ke dalam mobil dan membasahi karpet mobil, atau kita tidak membawa payung saat membuka pintu mobil saat memasuki kabin, atau saat bepergian di tengah hujan, kaca mobil tidak tertutup rapat. Nah, semua ini menyebabkan interior (bagian dalam kabin basah), usahakan agar bagian dalam kabin tidak basah atau kering. Jika bagian bawah mobil hanya di sapu pada karpet dan sering terkena air (karpet basah) akan mengeluarkan bau yang tidak sedap, lama kelamaan jika karpet basah akan berkarat/keropos di bagian bawah (lantai kabin). Solusinya adalah dengan mengelap karpet dengan karet agar air yang masuk tidak meresap ke dalam karpet mobil, dan saat membuka pintu mobil cipratan air yang masuk diminimalkan (bisa menggunakan payung, atau membuka pintu secepatnya mungkin)